life is choice

Selasa, 21 Oktober 2014

Makalah Agama



TUGAS KELOMPOK MAKALAH
AGAMA ISLAM




JUDUL MAKALAH : PELAJAR TERBAIK DALAM ISLAM

DI SUSUN OLEH :
FIKRI MUJIONO                                (13131048)
PANJI TRI WIBOWO        (13130350)
MUKHAMAD KHALIB      (13130066)
RIZAL KHOIRUL                 (13130173)
ARYUDITH                                           (13130123)
AGI FAJRIN                                         (1313O186)
ACHMAD HISYAM                            (13130022)

KELAS : 13.1C.11

BINA SARANA INFORMATIKA
Akademi Manajemen Informatika & Komputer (AMIK)
Kampus BSI JATIWARINGIN (F1 - Jl. Jatiwaringin Raya, No. 18, Jakarta Timur)
2013




KATA PENGANTAR





Assalamu’alaikum Wr. Wb.

لْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, aku  bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya,
Serta dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah PELAJAR TERBAIK DALAM ISLAM  ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak.Afif  selaku Dosen Pendidikan Agama. Mula yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
                Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian dari menjadi pelajar terbaik dalam islam, cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,serta supaya kita bisa menjadi motor penggerak/pelopor bagi pemuda-pemudi islami yang zaman sekarang ini sudah tidak pada ajaran islami yang sesungguhnya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
      Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.
JAKARTA,November 2013

Penyusun

DAFTAR ISI



Halaman Judul.................................................................I
Kata Pengantar.................................................................II
Daftar Isi .......................................................................III
Pendahuluan.....................................................................IV
Bab I.  Pendahuluan.........................................................1
1.1. Latar Belakang..........................................................1
1.2. Rumusan Masalah....................................................1
1.3. Tujuan Penulisan......................................................1
1.4. Manfaat Penulisan....................................................1/2
Bab II. Pembahasan.........................................................2
2.1. Pengertian Pendidikan Dalam Islam...........................2
2.2.Yang Harus di Lakukan oleh Pelajar Islam....................3
2.4.Hikmah Ilmu Menurut Islam........................................11
Kesimpulan......................................................................12
Penutup ..........................................................................13
Daftar Pustaka .................................................................14




















BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada dasarnya, Islam mengajarkan pada kita untuk terus baca baca dan membaca. Karena membaca adalah sumber ilmu pengetahuan atau juga biasa dibilang jendela dunia. Banyak ayat di Al-Qur’an maupun hadist nabi yang menyebutkan juga keutamaan mencari ilmu dan orang orang yang berilmu. Bahwa sesungguhnya Allah SWT sangat cinta dan memuliakan orang-orang yang mencari ilmu dan berilmu di dunia dan akhirat.
Untuk kehidupan dunia kita memerlukan ilmu yang dapat menopang kehidupan dunia, untuk persiapan di akhirat. Kita juga memerlukan ilmu yang sekiranya dapat membekali kehidupan akhirat. Dengan demikian, kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebagai tujuan hidup insya Allah akan tercapai.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian dari  pendidikan pendidikan itu sendiri?
2. Apa saja yang harus di lakukan oleh pelajar islam?
3. Bagaimana adab dan etika pelajar  yang baik menurut islam ?
4. Apa saja hikmah dalam menuntut ilmu menurut islam ?

1.3. Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui bagaimana penjelasan pendidikan menurut Al-Qur’an dan hadist
Supaya dapan memahami dan mempelajari adab dan etika pelajar yang baik menurut islam.
Menjelaskan tentang hikmah menuntut ilmu menurut Al-Qur’an
Menjelaskan tokoh-tokoh yang menjadi tauladan dalam menuntut ilmu menurut islam

1.4. Manfaat Penulisan

Hasil karya makalah kami diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak, dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan islam khususnya untuk yang membaca. Buku ini menjelaskan bawasannya ilmu adalah hal yang wajib dalam islam.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pendidikan Dalam Islam

Pendidikan Islam telah didefenisikan secara berbeda-beda oleh orang yang berlainan sesuai dengan pendapatnya masing-masing. Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tarbiyah yang berakar akar kata rabba, berarti mendidik. Dengan demikian, tarbiyah Islamiyah diterjemahkan dengan Pendidikan Islam.
Berikut pendapat beberapa pakar pendidikan dan pendidikan Islam, mengenai pengertian pendidikan Islam
Al-Baidhawi mengatakan bahwa pada dasarnya al-rabb (dalam bahasa Indonesia berarti mendidik) yang bermakna tarbiyah (pendidikan), selengkapnya berarti menyampaikan sesuatu hingga mencapai kesempurnaan, sementara rabb yang mensifati Allah menunjukkan arti yang lebih khusus yaitu sangat atau paling.
Al-Ashfahani mengatakan bahwa al-rabb berarti tarbiyah menunjuk kepada arti menumbuhkan prilaku secara bertahap hingga mencapai batasan kesempurnaan.
Al-Bani melengkapi pendapat al-Asfahani, bahwa di dalam pendidikan tercakup tiga unsur yaitu; menjaga dan memelihara anak; mengembangkan bakat dan potensi anak sesuai dengan kekhasan masing-masing; mengarahkan potensi dan bakat agar mencapai kesempurnaan dan kebaikan.
Al-Nahlawi bahwa pendidikan Islam adalah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk Islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif.
Yusuf al-Qardhawi memberi pengertian pendidikan Islam sebagai Pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya.
Mustafa al-Gulayaini bahwa pendidikan Islam adalah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasehat, sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan meresap dalam jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.
Endang Syaifuddin Anshori memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah proses bimbingan (pimpinan, tuntunan, usulan) oleh obyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi dan lain-lain) dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu diserta evaluasi sesuai dengan ajaran Islam.
Ahmad D. Marimba mendefenisikan pendidikan Islam dengan bimbingan jasmani-rohani, berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.7
Hasan Langgulung memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.
Naquib al-Attas bahwa pendidikan Islam adalah upaya yang dilakukan pendidikan terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.
Dengan demikian, bagi penulis, pendidikan Islam adalah suatu usaha untuk mengembangkan fitrah manusia dengan ajaran Islam agar terwujud kehidupan manusia yang makmur dan bahagia dunia dan akhirat. Karena pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, maka pendidikan Islam merupakan pendidikan iman sekaligus pendidikan amal.


2.2.Yang Harus di Lakukan oleh Pelajar Islam
Perjalanan hidup manusia dari mulai lahir sampai kematiannya tentu akan mengalami kejadian yang bermacam-macam rasanya. Seperti rujak, ada yang manis, pedas, asam, asin dan kecut. Semuanya menjadi satu dalamsebuah mangkuk bernama kehidupan. Jika rujak itu hanya asam ataupedas saja, tentu bukan rujak namanya.
Waktu memang berjalan begitu cepat. Tidak terasa kini anda sudah menjadi seorang calon intelektual bangsa yang akan memajukan kehidupan dan peradaban di negeri ini. Jika ketika menjadi siswa di sekolah dulu tugas anda hanyalah belajar, namun kali ini tugas anda tidak hanya belajar saja, tetapi juga bagaimana caranya untuk menjadi seorang yang intelektualdan bermanfaat untuk masyarakat.
Mahasiswa identik dengan jalan pemikirannya yang kritis. Artinya, berpikir dengan melihat suatu hal tidak dari luarnya saja, tetapi dari berbagai sudut pandang. Adapun pengertian berpikir kritis menurut beberapa ahli diantaranya :
Menurut Ennis (1962), berpikir kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan kepada pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Sedangkan menurut Chance (1986), berpikir kritis adalah kemapuan untuk menganalisis fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah.
Berpikir kritis ini adalah suatu kemampuan yang wajib dimiliki mahasiswa. Hal ini perlu dimiliki agar mahasiswa mampu untuk memecahkan masalah dan melakukan tindakan yang sesuai dengan cara yang tepat. Selain itu, berpikir kritis juga mampu mengantarkan seorang mahasiswa untuk membuka pikiran seluas-luasnya sehingga kualitas pengetahuan dan pemahamannya akan lebih baik. Dengan berpikir kritis, anda akan mempunyai pandangan yang lebih yang mungkin tidak dipahami semua orang mengenai suatu hal, sehingga anda tidak terjebak dalam pemahaman salah yang dianggap benar oleh masyarakat (tentunya tidak semua masyarakat mempunyai pemikiran yang salah).
Mahasiswa Muslim
Muslim, umat terbaik yang dibimbing oleh manusia terbaik, Muhammad Saw. Dengan kejujuran dan keluhuran akhlaknya, beliau dijuluki Al-Amin sebelum diutus menjadi seorang nabi. Dengan kecerdasan dan kepiawainnya sebagai panglima perang, Rasulullah dikagumi dan dihormati oleh para sahabat, umat dan musuhnya. Dengan ketaatannya, Rasulullah menjadi orang yang paling dicintai Allah Swt. Manusia terbaik inilah yang menjadi contoh untuk semua umat manusia, tidakkah anda ingin mencontohnya?
Sebagai mahasiswa Muslim, kita tentunya mempunyai kewajiban untk menaati Allah dan Rasul-Nya. Kita berlandaskan Al-Quran dan Sunah sebagai guidebook dalam menjalani kehidupan demi menggapai rida Allah sehingga dengan rahmat-Nya kita menjadi manusia yang berbahagia di dunia dan akhirat.Mungkin ada asumsi bahwa Islam itu agama yang banyak aturannya, tapi pada hakikatnya aturan itu ada untuk kebaikan kita juga. Contoh kecilnya mengapa Rasulullah melarang untuk makan dan minum sambil berdiri. Allah juga melarang kita untuk tidak memasuki kamar orang tua dalam waktu-waktu tertentu, pastinya ada hikmah dibalik perintah dan larangan itu. Bisa diibaratkan kita membeli sepeda motor. Akan tetapi, motor itu kita perlakukan seenak perut saja, tidak sesuai dengan buku manual perawatan yang sudah dibuat oleh pembuat motor tersebut, apa yang akan terjadi? Tentunya motor tersebut akan cepat rusak bukan?
Berikut ini yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa Muslim, apa saja?
Belajar Islam dengan baik. Agama adalah pondasi kesuksesan dunia dan akhirat. Seorang mahasiswa yang super jenius sekalipun tidak ada apa-apanya jika tidak mepunyai pemahaman agama yang baik dan benar. Yang dikhawatirkan adalah ilmu yang didapatkan itu digunakan untuk tujuan yang tidak baik. Oleh karena itu, ikutilah kajian-kajian keislaman yang ada, baik itu di kampus maupun di luar kampus sehingga kita akan selalu berada di jalan yang benar, semoga Allah memudahkan.
Ikut organisasi. Mengapa harus ikut organisasi? Di organisasi, anda akan belajar bagaimana memikul amanah, menjadi pemimpin, mengatur dan diatur orang lain, disiplin dan masih banyak lagi. Sehingga, mahasiswa yang berkecimpung di dunia organisasi akan lebih siap dan matang untuk terjun ke masyarakat daripada yang tidak.
Mengejar kemampuan, bukan nilai. Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa angka-angka yang besar di dalam laporan hasil belajar itu merupakan indikator kesuksesan, namun ternyata tidak. Jika tujuan anda belajar hanya ingin mendapatkan angka saja, anda akan merasa lelah sendiri. Tetapi jika kemampuan yang anda tuju, maka anda akan mempunyai kelebihan dibandingkan dengan yang lain, dan anda akan mempunyai kemampuan yang sesuai dengan jurusan anda, Insya Allah.
Menggunakan ilmu dan skill yang dimiliki untuk menegakkan Islam. Siapapun anda, apapun jurusan anda, jika menggunakan ilmu dan skillyang dimiliki untuk menegakkan Islam pasti hasilnya akan luar biasa, Insya Allah. Misalnya anda jurusan arsitek dan anda membuat suatu rancang bangunan untuk sekolah Islam, bukankah dengan begitu pendidikan Islam akan semakin maju? Untuk masalah rizki, woles saja, kan Allah yang mengatur.
Berdakwah. Berdakwah bisa diartikan sebagai mengajak untuk menuju kepada jalan Allah. Dakwah itu bisa dilakukan oleh siapa saja dan dengan apapun caranya, asalkan tidak keluar dari apa yang Allah perintahkan dan Rasulullah ajarkan. Berdakwah juga bukan tugas kyai atau ustaz saja, melainkan seluruh Muslim wajib untuk berdakwah, khususnya mahasiswa. Allahu A’lam


Seorang pelajar muslim hendaknya memiliki etika dalam mencari ilmu agar ilmu tersebut menjadi bermanfaat dan membawa berkah bukan justru menhhujatnya dihari kiamat.
Adapun 13 kiat dalam mencari ilmu sehingga dapat menuai berkah yaitu :

(1. IKHLAS KARENA ALLAH)
Hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu adalah ikhlas karena Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dalam berbicara dan beramal.

Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan bahwa diterimanya amal sholeh tergantung pada niat dan keikhlasan dalam tujuan. Jadi, apabila seorang pelajar muslim selalu ikhlas, ia pasti meraih pahala yang besar dan selalu diberkahi dalam usahanya.

Imam Al-Ghazali berkata “ Beberapa malam telah kau hidupkan dengan mengulang-ulang belajar dan menelaah berbagai buku, dan beberapa malam kau haramkan dirimu untuk tidur. Aku tidak tau apa motivasi yang mendorong mu berbuat itu?. Jika niatmu untuk meraih materi duniawi, menarik serpihannya, dan memperoleh kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang sesamamu, maka celakalah engkau. Celakalah engkau ..!

Namun, jika maksudmu adalah demi menghidupkan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mensucikan akhlakmu, serta mengalahkan jiwamu yang selalu memerintahkan kejahatan, maka beruntunglah engkau. Beruntunglah engau..!

(2. AMALKAN ILMU JAUHI MAKSIAT)
Dari Malik bin Dinar Rahimahullah, ia berkata: “seseorang yang berilmu namun tidak mengamalkannya, maka nasehatnya selalu meleset dari hati, seperti tetesan air meleset dari batu yang licin”.

Banyak dalil dari kitab dan sunnah juga pandangan ulama tentang mengamalkan ilmu dan peringatan terhadap ilmu tanpa amal, sekaligus ucapan yang tak disertai dengan perbuatan (Q.S.As-Shaff/61: 2-3) dan
(Q.S Al-Baqarah/2:44).

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang pengaruhnya dapat dilihat oleh orang lain dalam diri si empunya ilmu, sebagai cahaya di wajahnyadan rasa takut kepada Allah dalam hatinya, istiqomah dalam tingkah lakunya, jujur kepada Allah dan kepada sesama manusia dan kepada dirinya sendiri. Serta ilmu itu disertai amal dan itulah ilmu yang tak terputus. Sebuah hadist berbunyi “ Apabila mati anak adam terputuslah amalnya keculai 3 perkara, yaitu : shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh”.

Seorang pelajar harus berjuang melawan dirinya sendiri dengan meninggalkan maksiat, untuk menolongnya mendapatkan keberkahan ilmu dan cahayanya. Karena maksiat adalah kegegelapan dalam hati., dan hati yang gelap tidak memiliki tempat untuk cahaya ilmu didalamnya, kecuali dengan bertaubat dan bersikap jujur bersama Allah SUBHANAHU WA TA’ALA.

Oleh sebab itu, pencari ilmu harus mengontrol keadaan dirinya, senantiasa melakukan intropeksi diri dan memohon diri ketika berhasrat melakukan maksiat. Selain itu, ia harus berhatimu-hati terhadap tipu daya nafsu dan bisikan setan.

(3. TAWADHUK)

Allah memerintahkan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersikap tawadhuk, merendahkan hati dan berlemah lembut. “ Dan rendakanlah hatimu bagi orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syuara/26:215).

Dari Mujahid rahimahullah, ia berkata, “ Tidak akan bisa belajar seorang pemalu dan seorang yang sombong ”.
Dari Fudhail bin Iya’ah rahimahullah, ia berkata, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mencintai orang pandai yang tawadhuk dan membeci orang pandai yang arogan. Barang siapa bertawadhuk karena Allah niscaya Allah wariskan kepadanya Ilmu hikmah.

Dari Masna rahimahullah, ia berkata : “cukuplah seseorang disebut berilmu dengan takut kepada Allah dan disebut bodoh karena bangga dengan ilmunya.



(4. HORMATILAH ULAMA DAN MAJELIS ILMU)

* Diam dan Dengarkanlah !
Apabila penuntut ilmu mendengar dari gurunya sebuah hadist atau suatu masalah yang sudah ia ketahui, seharusnya ia tidak ikut berbicara dalam meriwayatkannya, akan tetapi diamlah dan dengarkanlah.

* Jangan Banyak Berdebat
Rasulullah memperingatkan kita agar menjahui debat, jika tak dilakukan dengan lebih baik, sebagaimana sabda-nya : “ Tidaklah suatu kaum tersesat setelah meraih hidayah kecuali karena mereka suka berdebat“.
Imam Malik rahimahullah berkata “ Berdebat tentang ilmu membuat hati menjadi besar menjadi besar dan memancing caci-maki “.

* Jangan Banyak Bertanya
Bertanya adalah kunci ilmu. Akan tetapi bertanya hanya untuk tujuan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman sekalgus mendapatkan kebenaran.

Imam Ghazali berkata :
“Barangsiapa melontarkan pertanyaan dan sanggahan dengan perasaan hasad dan benci, maka meskipun setiap kali kamu jawab dengan jawabaan terbaik, terbenar, dan terjelas pun tidak menambahkan kepadanya selain kebencian dan permusuhan. Karena itu, janganlah kamu repot-repot menjawabnya”.

Hasan bin Ali berkata kepada putranya, “Hai anakku, jika kamu bergaul dengan ulama, maka jadilah kamu orang yang lebih suka mendengarkan dengan baik dan janganlah kamu memutuskan pembicaraan seseorang meskipun ia berbicara panjang, sehingga ia berhenti berbicara”.

(5. BERSABAR)

Perbuatan taat yang lebih membutuhkan kesabaran adalah mencari ilmu untuk meraih ilmu untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa ta’ala, lebih-lebih karena jiwa cenderung kepada perilaku santai dan bermalas-malas.
Usaha mencari ilmu membutuhkan pengorbanan besar, bersusah payah, sedikit tidur, meninggalkan aneka kenikmatan dunia, mendatangani para ulama, belajar ulang, berfikir, mengikuti pelajaran dan sebagainya.
Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, bahwa ia berkata :
“ Aku mendengar ayah berkata : Ilmu tidak bisa diraih dengan santai”.

Said bin Jubair rahimahullah berkata, “seseorang tetap menjadi orang berilmu selama ia tetap belajar. Jika ia meninggalkan belajar dan mengira bahwa dirinya sudah cukup dengan apa yang dimiliki, maka ketika itulah ia menjadi orang bodoh”.


(6. TERUSLAH MENCARI)

>> Bertanya adalah kunci ilmu.
Bertambahnya ilmu dengan berusaha mencari dan diraihnya ilmu dengan bertanya. Ilmu diperoleh dengan lisan yang pandai bertanya dan hati yang selalu berfikir dan berdzikir.

>> Berambisilah mendapatkan ilmu.
Seorang penyair berkata : “Sebaik-baik penghibur dan teman adalah buku”. Seperti hadist yang berbunyi : “Saudaraku, takkan kau capai ilmu kecuali dengan 6 hal, kan ku beritahu kepadamu rinciannya dengan jelas : Cerdas, bersemangat, bersungguh-sungguh, bekal materi, bersama guru, dan waktu yang panjang”.

Al-Khatib Al-Baghdadi meriwayatkan dari Al-Junaid bahwa ia berkata : “ Tak seorang pun yang mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan jujur kecuali ia pasti mendapatkannya. Kalau pun tidak meraih semuanya, maka sebagiannya.

(7. JUJUR DAN AMANAH)

Ada beberapa masalah yng harus dtegaskan agar pelajar muslim tidak terjerumus dalam pengkhianatan dan kebohongan.

>> Siaga dan Perhatikan Saat Menerima Ilmu.
Dalam hal ini pelajar diharapkan memiliki sifat amanah dlam mencari ilmu agar benar-benar siaga dalam mencari ilmu.                   


>> Kembali kepada kebenaran ketika salah.
Jika menyampaikan suatu pendapat kemudian disanggah oleh orang yang lebih tinggi ilmunya, atau sejajar, atau dibawahnya, sehingga ia tahu bahwa pendapatnya salah dan yang benar adalah pendapat sahabatnya, maka ia menarik kembali pendapatnya dan berterima kasih kepada sahabatnya.
>>Menjauhi kecurangan dalam ujian dan karya ilmiah.
Pelajar yang amanah memiliki kedudukan terhormat dan tinggi, sehingga banyak orang mengambil manfaat dari ilmunya, bahkan jumlah orang yang mengambil manfaat darinya semakin banyak.



(8. SEBARKAN DAN AJARKAN)

Dhahak bin Muzahim rahimahullah berkta : “ Pintu pertama ilmu adalah diam, yang ke-2 mendengarkannya, yang ke-3 mengamalkannya dan yang ke-4 menyebarkan dan mengajarkannya”.

Abdullah bin Mubarak rahimatulah berkata, “orang yang bakhil akan terkena tiga musibah” :
>>ia mati kemudian ilmunya hilang.>>ia melupakannya.>>ia mengekor pada penguasa.
(9. ZUHUD TERHADAP DUNIA)
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia, menjauhi apa yang ada di dalamnya, menjauhi manusia dan memakai pakaian yang kasar, compang-camping. Melainkan mengambil dari dunia segala sesuatu yang mendukung untuk taat kepada Tuhan, menjadikan dunia, harta dan perhiasan hanya ditanganmu saja bukan di hatimu dan menjadikan usahamu dalam dunia untuk membantu ketaatan di akhirat.

Allah tidak menjadikan 2 hati dalam rongga dada manusia. Oleh karena itu tidak akan bertemu dalam hati seorang muslim, yaitu dalam 2 hal :
1. Semangat mencari ilmu dan mencintainya
2. Semangat memburu dunia serta memperebutkan kesenangannya.
(10. MENJAGA DAN MANFAATKAN WAKTU)
Ada 2 nikmat yang banyak orang melalaikannya : kesehatan dan kesempatan.Pepatah mengatakan :
“Ilmu tak akan pernah memberimu sebagiannya sampai engkau memberikan seluruh jiwamu, kepadaNya”.

A. Memanfaatkan Masa MudaBelajar diwaktu muda dengan pikiran yang sempurna dan otak yang segar membuat hapalan lebih mudah melekat dengan kuat.

B. Jangan Suka Menunda-NundaAl-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “jauhilah sikap suka menunda-nunda (taswif), sebab engkau hidup dihari ini bukan dihari esok. Jika esok masih ada, bersikaplah seperti hari ini”.

C. Waktu – Waktu Luang dan Pikiran Santai
Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk belajar karena pada waktu itu, kondisi kita luang, pikiran masih jernih dan tubuh masih segar.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Waktu utama adalah waktu sahur (menjelang subuh), sebab merupakan waktu istijabah (pengabulan doa) dan waktu turunnya rahmat”.

Dari Ismail bin Uwais, ia berkata : “Jika engaku ingin mengahapal sesuatu, maka tidurlah. Lalu bangunlah menjelang subuh, nyalakan lampu dan perhatikan tulisan niscaya engaku tidak melupakannya. Insya Allah”.

Sebaik-baik waktu adalah waktu sebelum subuh/saat zuhur), pertengahan siang, waktupetang sebelum Isya. Menghafal dimalam hari lebih baik dari pada menghapal di siang hari.
Imam Ibnu Jamaah rahimahullah berkata, “Janganlah elajar ketika lapar, haus, sedih, marah, mengantuk dan stress. Jangan pula belajar dalam kondisi dangat dingin dan terik yang sangat menyengat, sebab akan mengganggu”.

Jangan Lupa Berdo’a : “Ya Allah berkahilah umurku dan jadikanlah umur ku itu penuh kebahagian karena ketaatan kepada Mu, aamiin... “.

(11. KAJILAH ILMU BERULANG-ULANG)Dari Az-Zuhri berkata : “Yang bisa menghilngkan ilmu itu hanya lupa dan tidak mengulang (mudzakarah)”.Dari Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata : “Hati itu laksana tanah, ilmu adalah tanamannya dan mudzakarah adalah airnya, ketika siraman air terputus dari tanah, maka keringlah tanamannya”.

(12. SOPAN DAN MEMILIKI RASA MALU)
Al- Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, “ Orang yang berilmu dan ahli berfatwa, tidak ada sesuatu yang lebih ia butuhkan dari sikap santun, tenang dan sopan”.  Itulah kelambu bagi ilmuny dab perhiasannya.Apabila ia kehilangan itu, maka ilmunya seperti badan yang telanjang tanpa busana.Sopan dan punya rasa malu adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap pelajar, agar berbeda dari teman-teman dan para tetangganya. Karena itu, seorang pelajar idak boleh bersenda gurau bersama mereka, dan tidak mensibukkan diri dengan urusan yg tidak penting, sebab hal itu akan menghilangkan kemuliaan dan kedudukannya.

“ Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang luhur dan mulia dan membenci perbuatan yang hina ”.
Malik berkata, orang yang mencari ilmu harus memiliki sifat sopan, takut kepada Allah dan menelusuri jejak orang-orang sebelumnya.Banyak bercanda dan tertawa akan menurunkan wibawa dan menghilangkan muni’ah (harga diri).

(13. BERSAHABAT DENGAN ORANG SOLEH)“ Seseorang tergantung kepada agama teman akrabnya, karena itu, hendaklah seseorang memperhatikan siapakah yang akan dijadiakan teman akrab ”.

Sahabat merupakan penarik kalau ia salah maka ia akan menggandengmu kepada kebaikan, namun kalau tidak baik maka ia akan merusak agama dan duniamu, serta menyibukkanmu dengan urusan dunia, sehingga engkau terhalang dari belajar, berprestasi dan ilmu yang bermanfaat.
Ali bin Abu Thabib r.a, berkata : “janganlah bergaul dengan orang yang bodoh jauhkan dirimu darinya dan dia darimu”. Betapa pun banyak orang penyantun binasa karena bergaul dengan orang bodoh. Seseorang dinilai dari sahabatnya sebab seseorang sama dengan sahabatnya.

2.4. Hikmah Ilmu Menurut IslamManusia dilahirkan dan datang ke dunia ini dalam keadaan polos, buta ilmu pengetahuan, walaupun ia dibekali dengan kekuatan dan panca indera yang dapat menyiapkannya untuk mengetahui dan belajar.
Allah swt. berfirman:“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl 78).
Di antara bimbingan yang telah Rasulullah Saw, berikan kepada umatnya adalah anjuran pentingnya menuntut ilmu Allah.Beberapa hikmah menuntut ilmu dalam Islam adalah:

1. Berada di jalan Allah swt.“Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang”. (HR Turmudzi)

2.Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya”. (HR Muslim)

3. Agar tidak terlaknat oleh Azab-Nya“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu”. (HR Turmudzi)

4. Ditinggikan derajatnya“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
5. Dimudahkan jalan menuju surga
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga”. (HR Muslim)
KESIMPULAN
Di dalam Al-Qur’an maupun hadist nabi banyak yang menyebutkan keutamaan mencari ilmu dan orang orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai dan memuliakan orang-orang yang mencari ilmu dan berilmu. Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama belajar, belajar untuk kehidupan kita di dunia dan di akherat, tidak lupa disertai dengan tawakal, usaha, kerja keras dan berdoa kepada-Nya.
PENUTUP
Demikian makalah ini kami susun dengan usaha yang maksimal dari tim kami, kami mengharapkan yang terbaik bagi kami dalam penyusunan makalah ini maupun bagi para pembaca semoga dapat mengambil manfaat dengan bertambahnya wawasan dan pengetahuan baru setelah membaca tulisan yang ada pada makalah ini. Namun demikian, sebagai manusia biasa kami menyadari keterbatasan kami dalam segala hal termasuk dalam penyusunan makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik atau saran yang membangun demi terciptanya penyusunan makalah yang lebih sempurna di masa yang akan datang. Atas segala perhatiannya kami haturkan terimakasih.




DAFTAR PUSTAKA
Hanafi. (1970).
Pengantar dan Sejarah Hukum Islam.
Jakarta: Bulan Bintang,
Cet. I.
Bahreisj Husein,Hadist shahih(Jakarta:”KARYA UTAMA”,2000).
Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam (Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 1992).















Tidak ada komentar:

Posting Komentar