TUGAS KELOMPOK MAKALAH
AGAMA ISLAM
JUDUL MAKALAH : PELAJAR
TERBAIK DALAM ISLAM
DI SUSUN OLEH :
FIKRI MUJIONO (13131048)
PANJI TRI WIBOWO (13130350)
MUKHAMAD KHALIB (13130066)
RIZAL KHOIRUL (13130173)
ARYUDITH (13130123)
AGI FAJRIN (1313O186)
ACHMAD HISYAM (13130022)
KELAS : 13.1C.11
BINA SARANA
INFORMATIKA
Akademi Manajemen
Informatika & Komputer (AMIK)
Kampus BSI JATIWARINGIN
(F1 - Jl. Jatiwaringin Raya, No. 18, Jakarta Timur)
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
لْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ
وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ؛
Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam, aku bersaksi bahwa tidak
ada Tuhan selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya,
Serta dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah PELAJAR
TERBAIK DALAM ISLAM ini sebatas
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada
Bapak.Afif selaku Dosen Pendidikan
Agama. Mula yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian dari menjadi pelajar terbaik dalam islam, cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,serta supaya kita bisa menjadi motor penggerak/pelopor bagi pemuda-pemudi islami yang zaman sekarang ini sudah tidak pada ajaran islami yang sesungguhnya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian dari menjadi pelajar terbaik dalam islam, cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,serta supaya kita bisa menjadi motor penggerak/pelopor bagi pemuda-pemudi islami yang zaman sekarang ini sudah tidak pada ajaran islami yang sesungguhnya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.
JAKARTA,November 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul.................................................................I
Kata
Pengantar.................................................................II
Daftar Isi .......................................................................III
Pendahuluan.....................................................................IV
Bab I. Pendahuluan.........................................................1
1.1. Latar Belakang..........................................................1
1.2. Rumusan Masalah....................................................1
1.3. Tujuan Penulisan......................................................1
1.4. Manfaat Penulisan....................................................1/2
Bab II. Pembahasan.........................................................2
2.1. Pengertian Pendidikan
Dalam Islam...........................2
2.2.Yang Harus di Lakukan oleh
Pelajar Islam....................3
2.3. Etika
Pelajar dalam Menuntut Ilmu dalam Islam..........5
2.4.Hikmah Ilmu Menurut Islam........................................11
Kesimpulan......................................................................12
Penutup ..........................................................................13
Daftar
Pustaka .................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada dasarnya, Islam mengajarkan
pada kita untuk terus baca baca dan membaca. Karena membaca adalah sumber ilmu
pengetahuan atau juga biasa dibilang jendela dunia. Banyak ayat di Al-Qur’an
maupun hadist nabi yang menyebutkan juga keutamaan mencari ilmu dan orang orang
yang berilmu. Bahwa sesungguhnya Allah SWT sangat cinta dan memuliakan
orang-orang yang mencari ilmu dan berilmu di dunia dan akhirat.
Untuk kehidupan dunia kita
memerlukan ilmu yang dapat menopang kehidupan dunia, untuk persiapan di
akhirat. Kita juga memerlukan ilmu yang sekiranya dapat membekali kehidupan akhirat.
Dengan demikian, kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebagai tujuan hidup insya
Allah akan tercapai.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian dari pendidikan pendidikan itu sendiri?
2. Apa saja yang harus di lakukan
oleh pelajar islam?
3. Bagaimana adab dan etika
pelajar yang baik menurut islam ?
4. Apa saja hikmah dalam menuntut
ilmu menurut islam ?
1.3. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui bagaimana
penjelasan pendidikan menurut Al-Qur’an dan hadist
Supaya dapan memahami dan
mempelajari adab dan etika pelajar yang baik menurut islam.
Menjelaskan tentang hikmah
menuntut ilmu menurut Al-Qur’an
Menjelaskan tokoh-tokoh yang
menjadi tauladan dalam menuntut ilmu menurut islam
1.4. Manfaat Penulisan
Hasil karya makalah kami
diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak, dan juga dapat menambah
ilmu pengetahuan islam khususnya untuk yang membaca. Buku ini menjelaskan
bawasannya ilmu adalah hal yang wajib dalam islam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pendidikan
Dalam Islam
Pendidikan Islam telah
didefenisikan secara berbeda-beda oleh orang yang berlainan sesuai dengan
pendapatnya masing-masing. Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan
istilah tarbiyah yang berakar akar kata rabba, berarti mendidik. Dengan
demikian, tarbiyah Islamiyah diterjemahkan dengan Pendidikan Islam.
Berikut pendapat beberapa pakar
pendidikan dan pendidikan Islam, mengenai pengertian pendidikan Islam
Al-Baidhawi mengatakan bahwa pada
dasarnya al-rabb (dalam bahasa Indonesia berarti mendidik) yang bermakna tarbiyah
(pendidikan), selengkapnya berarti menyampaikan sesuatu hingga mencapai
kesempurnaan, sementara rabb yang mensifati Allah menunjukkan arti yang lebih
khusus yaitu sangat atau paling.
Al-Ashfahani mengatakan bahwa al-rabb
berarti tarbiyah menunjuk kepada arti menumbuhkan prilaku secara bertahap
hingga mencapai batasan kesempurnaan.
Al-Bani melengkapi pendapat
al-Asfahani, bahwa di dalam pendidikan tercakup tiga unsur yaitu; menjaga dan
memelihara anak; mengembangkan bakat dan potensi anak sesuai dengan kekhasan
masing-masing; mengarahkan potensi dan bakat agar mencapai kesempurnaan dan
kebaikan.
Al-Nahlawi bahwa pendidikan Islam
adalah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk Islam
secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun
kolektif.
Yusuf al-Qardhawi memberi
pengertian pendidikan Islam sebagai Pendidikan manusia seutuhnya, akal dan
hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya.
Mustafa al-Gulayaini bahwa
pendidikan Islam adalah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam
masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasehat, sehingga
akhlak itu menjadi salah satu kemampuan meresap dalam jiwanya kemudian buahnya
berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.
Endang Syaifuddin Anshori
memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah proses bimbingan (pimpinan,
tuntunan, usulan) oleh obyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran,
perasaan, kemauan, intuisi dan lain-lain) dan raga obyek didik dengan
bahan-bahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah
terciptanya pribadi tertentu diserta evaluasi sesuai dengan ajaran Islam.
Ahmad D. Marimba mendefenisikan
pendidikan Islam dengan bimbingan jasmani-rohani, berdasarkan hukum-hukum agama
Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.7
Hasan Langgulung memberikan
pengertian bahwa pendidikan Islam adalah proses penyiapan generasi muda untuk
mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang
diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya
di akhirat.
Naquib al-Attas bahwa pendidikan
Islam adalah upaya yang dilakukan pendidikan terhadap anak didik untuk
pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam
tatanan penciptaan sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan akan
tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.
Dengan demikian, bagi penulis,
pendidikan Islam adalah suatu usaha untuk mengembangkan fitrah manusia dengan
ajaran Islam agar terwujud kehidupan manusia yang makmur dan bahagia dunia dan
akhirat. Karena pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga
praktis, maka pendidikan Islam merupakan pendidikan iman sekaligus pendidikan
amal.
2.2.Yang Harus di Lakukan oleh
Pelajar Islam
Perjalanan hidup manusia dari
mulai lahir sampai kematiannya tentu akan mengalami kejadian yang bermacam-macam
rasanya. Seperti rujak, ada yang manis, pedas, asam, asin dan kecut. Semuanya
menjadi satu dalamsebuah mangkuk bernama kehidupan. Jika rujak itu hanya asam
ataupedas saja, tentu bukan rujak namanya.
Waktu memang berjalan begitu
cepat. Tidak terasa kini anda sudah menjadi seorang calon intelektual bangsa
yang akan memajukan kehidupan dan peradaban di negeri ini. Jika ketika menjadi
siswa di sekolah dulu tugas anda hanyalah belajar, namun kali ini tugas anda
tidak hanya belajar saja, tetapi juga bagaimana caranya untuk menjadi seorang
yang intelektualdan bermanfaat untuk masyarakat.
Mahasiswa identik dengan jalan
pemikirannya yang kritis. Artinya, berpikir dengan melihat suatu hal tidak dari
luarnya saja, tetapi dari berbagai sudut pandang. Adapun pengertian berpikir
kritis menurut beberapa ahli diantaranya :
Menurut Ennis (1962), berpikir
kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan kepada
pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Sedangkan
menurut Chance (1986), berpikir kritis adalah kemapuan untuk menganalisis
fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat
perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah.
Berpikir kritis ini adalah suatu
kemampuan yang wajib dimiliki mahasiswa. Hal ini perlu dimiliki agar mahasiswa
mampu untuk memecahkan masalah dan melakukan tindakan yang sesuai dengan cara
yang tepat. Selain itu, berpikir kritis juga mampu mengantarkan seorang
mahasiswa untuk membuka pikiran seluas-luasnya sehingga kualitas pengetahuan
dan pemahamannya akan lebih baik. Dengan berpikir kritis, anda akan mempunyai
pandangan yang lebih yang mungkin tidak dipahami semua orang mengenai suatu
hal, sehingga anda tidak terjebak dalam pemahaman salah yang dianggap benar
oleh masyarakat (tentunya tidak semua masyarakat mempunyai pemikiran yang
salah).
Mahasiswa Muslim
Muslim, umat terbaik yang
dibimbing oleh manusia terbaik, Muhammad Saw. Dengan kejujuran dan keluhuran
akhlaknya, beliau dijuluki Al-Amin sebelum diutus menjadi seorang nabi. Dengan
kecerdasan dan kepiawainnya sebagai panglima perang, Rasulullah dikagumi dan
dihormati oleh para sahabat, umat dan musuhnya. Dengan ketaatannya, Rasulullah
menjadi orang yang paling dicintai Allah Swt. Manusia terbaik inilah yang
menjadi contoh untuk semua umat manusia, tidakkah anda ingin mencontohnya?
Sebagai mahasiswa Muslim, kita
tentunya mempunyai kewajiban untk menaati Allah dan Rasul-Nya. Kita
berlandaskan Al-Quran dan Sunah sebagai guidebook dalam menjalani kehidupan
demi menggapai rida Allah sehingga dengan rahmat-Nya kita menjadi manusia yang
berbahagia di dunia dan akhirat.Mungkin ada asumsi bahwa Islam itu agama yang
banyak aturannya, tapi pada hakikatnya aturan itu ada untuk kebaikan kita juga.
Contoh kecilnya mengapa Rasulullah melarang untuk makan dan minum sambil
berdiri. Allah juga melarang kita untuk tidak memasuki kamar orang tua dalam
waktu-waktu tertentu, pastinya ada hikmah dibalik perintah dan larangan itu.
Bisa diibaratkan kita membeli sepeda motor. Akan tetapi, motor itu kita
perlakukan seenak perut saja, tidak sesuai dengan buku manual perawatan yang
sudah dibuat oleh pembuat motor tersebut, apa yang akan terjadi? Tentunya motor
tersebut akan cepat rusak bukan?
Berikut ini yang bisa kita
lakukan sebagai mahasiswa Muslim, apa saja?
Belajar Islam dengan baik. Agama
adalah pondasi kesuksesan dunia dan akhirat. Seorang mahasiswa yang super
jenius sekalipun tidak ada apa-apanya jika tidak mepunyai pemahaman agama yang
baik dan benar. Yang dikhawatirkan adalah ilmu yang didapatkan itu digunakan
untuk tujuan yang tidak baik. Oleh karena itu, ikutilah kajian-kajian keislaman
yang ada, baik itu di kampus maupun di luar kampus sehingga kita akan selalu
berada di jalan yang benar, semoga Allah memudahkan.
Ikut organisasi. Mengapa harus
ikut organisasi? Di organisasi, anda akan belajar bagaimana memikul amanah,
menjadi pemimpin, mengatur dan diatur orang lain, disiplin dan masih banyak
lagi. Sehingga, mahasiswa yang berkecimpung di dunia organisasi akan lebih siap
dan matang untuk terjun ke masyarakat daripada yang tidak.
Mengejar kemampuan, bukan nilai.
Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa angka-angka yang besar di dalam
laporan hasil belajar itu merupakan indikator kesuksesan, namun ternyata tidak.
Jika tujuan anda belajar hanya ingin mendapatkan angka saja, anda akan merasa
lelah sendiri. Tetapi jika kemampuan yang anda tuju, maka anda akan mempunyai
kelebihan dibandingkan dengan yang lain, dan anda akan mempunyai kemampuan yang
sesuai dengan jurusan anda, Insya Allah.
Menggunakan ilmu dan skill yang
dimiliki untuk menegakkan Islam. Siapapun anda, apapun jurusan anda, jika
menggunakan ilmu dan skillyang dimiliki untuk menegakkan Islam pasti hasilnya
akan luar biasa, Insya Allah. Misalnya anda jurusan arsitek dan anda membuat
suatu rancang bangunan untuk sekolah Islam, bukankah dengan begitu pendidikan
Islam akan semakin maju? Untuk masalah rizki, woles saja, kan Allah yang
mengatur.
Berdakwah. Berdakwah bisa
diartikan sebagai mengajak untuk menuju kepada jalan Allah. Dakwah itu bisa
dilakukan oleh siapa saja dan dengan apapun caranya, asalkan tidak keluar dari
apa yang Allah perintahkan dan Rasulullah ajarkan. Berdakwah juga bukan tugas
kyai atau ustaz saja, melainkan seluruh Muslim wajib untuk berdakwah, khususnya
mahasiswa. Allahu A’lam
Seorang pelajar muslim hendaknya memiliki etika dalam mencari ilmu agar ilmu tersebut menjadi bermanfaat dan membawa berkah bukan justru menhhujatnya dihari kiamat.
Adapun 13 kiat dalam mencari ilmu sehingga dapat menuai berkah yaitu :
(1. IKHLAS KARENA ALLAH)
Hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu adalah ikhlas karena Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dalam berbicara dan beramal.
Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan bahwa diterimanya amal sholeh tergantung pada niat dan keikhlasan dalam tujuan. Jadi, apabila seorang pelajar muslim selalu ikhlas, ia pasti meraih pahala yang besar dan selalu diberkahi dalam usahanya.
Imam Al-Ghazali berkata “ Beberapa malam telah kau hidupkan dengan mengulang-ulang belajar dan menelaah berbagai buku, dan beberapa malam kau haramkan dirimu untuk tidur. Aku tidak tau apa motivasi yang mendorong mu berbuat itu?. Jika niatmu untuk meraih materi duniawi, menarik serpihannya, dan memperoleh kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang sesamamu, maka celakalah engkau. Celakalah engkau ..!
Namun, jika maksudmu adalah demi menghidupkan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mensucikan akhlakmu, serta mengalahkan jiwamu yang selalu memerintahkan kejahatan, maka beruntunglah engkau. Beruntunglah engau..!
(2. AMALKAN ILMU JAUHI MAKSIAT)
Dari Malik bin Dinar Rahimahullah, ia berkata: “seseorang yang berilmu namun tidak mengamalkannya, maka nasehatnya selalu meleset dari hati, seperti tetesan air meleset dari batu yang licin”.
Banyak dalil dari kitab dan sunnah juga pandangan ulama tentang mengamalkan ilmu dan peringatan terhadap ilmu tanpa amal, sekaligus ucapan yang tak disertai dengan perbuatan (Q.S.As-Shaff/61: 2-3) dan
(Q.S Al-Baqarah/2:44).
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu
yang pengaruhnya dapat dilihat oleh orang lain dalam diri si empunya ilmu,
sebagai cahaya di wajahnyadan rasa takut kepada Allah dalam hatinya, istiqomah
dalam tingkah lakunya, jujur kepada Allah dan kepada sesama manusia dan kepada
dirinya sendiri. Serta ilmu itu disertai amal dan itulah ilmu yang tak terputus.
Sebuah hadist berbunyi “ Apabila mati anak adam terputuslah amalnya keculai 3
perkara, yaitu : shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang
sholeh”.
Seorang pelajar harus berjuang melawan dirinya sendiri dengan meninggalkan maksiat, untuk menolongnya mendapatkan keberkahan ilmu dan cahayanya. Karena maksiat adalah kegegelapan dalam hati., dan hati yang gelap tidak memiliki tempat untuk cahaya ilmu didalamnya, kecuali dengan bertaubat dan bersikap jujur bersama Allah SUBHANAHU WA TA’ALA.
Oleh sebab itu, pencari ilmu harus mengontrol keadaan dirinya, senantiasa melakukan intropeksi diri dan memohon diri ketika berhasrat melakukan maksiat. Selain itu, ia harus berhatimu-hati terhadap tipu daya nafsu dan bisikan setan.
(3. TAWADHUK)
Allah memerintahkan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersikap tawadhuk, merendahkan hati dan berlemah lembut. “ Dan rendakanlah hatimu bagi orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syuara/26:215).
Dari Mujahid rahimahullah, ia berkata, “ Tidak akan bisa belajar seorang pemalu dan seorang yang sombong ”.
Seorang pelajar harus berjuang melawan dirinya sendiri dengan meninggalkan maksiat, untuk menolongnya mendapatkan keberkahan ilmu dan cahayanya. Karena maksiat adalah kegegelapan dalam hati., dan hati yang gelap tidak memiliki tempat untuk cahaya ilmu didalamnya, kecuali dengan bertaubat dan bersikap jujur bersama Allah SUBHANAHU WA TA’ALA.
Oleh sebab itu, pencari ilmu harus mengontrol keadaan dirinya, senantiasa melakukan intropeksi diri dan memohon diri ketika berhasrat melakukan maksiat. Selain itu, ia harus berhatimu-hati terhadap tipu daya nafsu dan bisikan setan.
(3. TAWADHUK)
Allah memerintahkan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersikap tawadhuk, merendahkan hati dan berlemah lembut. “ Dan rendakanlah hatimu bagi orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syuara/26:215).
Dari Mujahid rahimahullah, ia berkata, “ Tidak akan bisa belajar seorang pemalu dan seorang yang sombong ”.
Dari Fudhail bin Iya’ah
rahimahullah, ia berkata, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mencintai
orang pandai yang tawadhuk dan membeci orang pandai yang arogan. Barang siapa
bertawadhuk karena Allah niscaya Allah wariskan kepadanya Ilmu hikmah.
Dari Masna rahimahullah, ia berkata : “cukuplah seseorang disebut berilmu dengan takut kepada Allah dan disebut bodoh karena bangga dengan ilmunya.
Dari Masna rahimahullah, ia berkata : “cukuplah seseorang disebut berilmu dengan takut kepada Allah dan disebut bodoh karena bangga dengan ilmunya.
(4. HORMATILAH ULAMA DAN
MAJELIS ILMU)
* Diam dan Dengarkanlah !
Apabila penuntut ilmu mendengar dari gurunya sebuah hadist atau suatu masalah yang sudah ia ketahui, seharusnya ia tidak ikut berbicara dalam meriwayatkannya, akan tetapi diamlah dan dengarkanlah.
* Diam dan Dengarkanlah !
Apabila penuntut ilmu mendengar dari gurunya sebuah hadist atau suatu masalah yang sudah ia ketahui, seharusnya ia tidak ikut berbicara dalam meriwayatkannya, akan tetapi diamlah dan dengarkanlah.
* Jangan Banyak Berdebat
Rasulullah memperingatkan kita agar menjahui debat, jika tak dilakukan dengan lebih baik, sebagaimana sabda-nya : “ Tidaklah suatu kaum tersesat setelah meraih hidayah kecuali karena mereka suka berdebat“.
Imam Malik rahimahullah berkata “ Berdebat tentang ilmu membuat hati menjadi besar menjadi besar dan memancing caci-maki “.
* Jangan Banyak Bertanya
Bertanya adalah kunci ilmu. Akan tetapi bertanya hanya untuk tujuan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman sekalgus mendapatkan kebenaran.
Imam Ghazali berkata :
“Barangsiapa melontarkan pertanyaan dan sanggahan dengan perasaan hasad dan benci, maka meskipun setiap kali kamu jawab dengan jawabaan terbaik, terbenar, dan terjelas pun tidak menambahkan kepadanya selain kebencian dan permusuhan. Karena itu, janganlah kamu repot-repot menjawabnya”.
Hasan bin Ali berkata kepada putranya, “Hai anakku, jika kamu bergaul dengan ulama, maka jadilah kamu orang yang lebih suka mendengarkan dengan baik dan janganlah kamu memutuskan pembicaraan seseorang meskipun ia berbicara panjang, sehingga ia berhenti berbicara”.
(5. BERSABAR)
Perbuatan taat yang lebih membutuhkan kesabaran adalah mencari ilmu untuk meraih ilmu untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa ta’ala, lebih-lebih karena jiwa cenderung kepada perilaku santai dan bermalas-malas.
Usaha mencari ilmu membutuhkan pengorbanan besar, bersusah payah, sedikit tidur, meninggalkan aneka kenikmatan dunia, mendatangani para ulama, belajar ulang, berfikir, mengikuti pelajaran dan sebagainya.
Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr meriwayatkan
dari Yahya bin Abi Katsir, bahwa ia berkata :
“ Aku mendengar ayah berkata : Ilmu tidak bisa diraih dengan santai”.
“ Aku mendengar ayah berkata : Ilmu tidak bisa diraih dengan santai”.
Said bin Jubair rahimahullah berkata, “seseorang tetap menjadi orang berilmu selama ia tetap belajar. Jika ia meninggalkan belajar dan mengira bahwa dirinya sudah cukup dengan apa yang dimiliki, maka ketika itulah ia menjadi orang bodoh”.
(6. TERUSLAH MENCARI)
>> Bertanya adalah kunci ilmu.
Bertambahnya ilmu dengan berusaha
mencari dan diraihnya ilmu dengan bertanya. Ilmu diperoleh dengan lisan yang
pandai bertanya dan hati yang selalu berfikir dan berdzikir.
>> Berambisilah mendapatkan ilmu.
>> Berambisilah mendapatkan ilmu.
Seorang penyair berkata : “Sebaik-baik
penghibur dan teman adalah buku”. Seperti hadist yang berbunyi : “Saudaraku,
takkan kau capai ilmu kecuali dengan 6 hal, kan ku beritahu kepadamu rinciannya
dengan jelas : Cerdas, bersemangat, bersungguh-sungguh, bekal materi, bersama
guru, dan waktu yang panjang”.
Al-Khatib Al-Baghdadi meriwayatkan dari Al-Junaid bahwa ia berkata : “ Tak seorang pun yang mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan jujur kecuali ia pasti mendapatkannya. Kalau pun tidak meraih semuanya, maka sebagiannya.
(7. JUJUR DAN AMANAH)
Al-Khatib Al-Baghdadi meriwayatkan dari Al-Junaid bahwa ia berkata : “ Tak seorang pun yang mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan jujur kecuali ia pasti mendapatkannya. Kalau pun tidak meraih semuanya, maka sebagiannya.
(7. JUJUR DAN AMANAH)
Ada beberapa masalah yng harus dtegaskan agar pelajar muslim tidak terjerumus dalam pengkhianatan dan kebohongan.
>> Siaga dan Perhatikan Saat Menerima Ilmu.
Dalam hal ini pelajar diharapkan
memiliki sifat amanah dlam mencari ilmu agar benar-benar siaga dalam mencari
ilmu.
>> Kembali kepada kebenaran
ketika salah.
Jika menyampaikan suatu pendapat
kemudian disanggah oleh orang yang lebih tinggi ilmunya, atau sejajar, atau
dibawahnya, sehingga ia tahu bahwa pendapatnya salah dan yang benar adalah
pendapat sahabatnya, maka ia menarik kembali pendapatnya dan berterima kasih
kepada sahabatnya.
>>Menjauhi kecurangan dalam
ujian dan karya ilmiah.
Pelajar yang amanah memiliki kedudukan terhormat dan tinggi, sehingga banyak orang mengambil manfaat dari ilmunya, bahkan jumlah orang yang mengambil manfaat darinya semakin banyak.
Pelajar yang amanah memiliki kedudukan terhormat dan tinggi, sehingga banyak orang mengambil manfaat dari ilmunya, bahkan jumlah orang yang mengambil manfaat darinya semakin banyak.
(8. SEBARKAN DAN AJARKAN)
Dhahak bin Muzahim rahimahullah berkta : “ Pintu pertama ilmu adalah diam, yang ke-2 mendengarkannya, yang ke-3 mengamalkannya dan yang ke-4 menyebarkan dan mengajarkannya”.
Abdullah bin Mubarak rahimatulah berkata, “orang yang bakhil akan terkena tiga musibah” :
>>ia mati kemudian ilmunya hilang.>>ia melupakannya.>>ia mengekor pada penguasa.
(9. ZUHUD TERHADAP DUNIA)
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia, menjauhi apa yang ada di dalamnya, menjauhi manusia dan memakai pakaian yang kasar, compang-camping. Melainkan mengambil dari dunia segala sesuatu yang mendukung untuk taat kepada Tuhan, menjadikan dunia, harta dan perhiasan hanya ditanganmu saja bukan di hatimu dan menjadikan usahamu dalam dunia untuk membantu ketaatan di akhirat.
Allah tidak menjadikan 2 hati
dalam rongga dada manusia. Oleh karena itu tidak akan bertemu dalam hati
seorang muslim, yaitu dalam 2 hal :
1. Semangat mencari ilmu dan mencintainya
2. Semangat memburu dunia serta memperebutkan kesenangannya.
1. Semangat mencari ilmu dan mencintainya
2. Semangat memburu dunia serta memperebutkan kesenangannya.
(10. MENJAGA DAN MANFAATKAN
WAKTU)
Ada 2 nikmat yang banyak orang melalaikannya : kesehatan dan kesempatan.Pepatah mengatakan :
“Ilmu tak akan pernah memberimu sebagiannya sampai engkau memberikan seluruh jiwamu, kepadaNya”.
A. Memanfaatkan Masa MudaBelajar diwaktu muda dengan pikiran yang sempurna dan otak yang segar membuat hapalan lebih mudah melekat dengan kuat.
B. Jangan Suka Menunda-NundaAl-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “jauhilah sikap suka menunda-nunda (taswif), sebab engkau hidup dihari ini bukan dihari esok. Jika esok masih ada, bersikaplah seperti hari ini”.
C. Waktu – Waktu Luang dan Pikiran Santai
Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk belajar karena pada waktu itu, kondisi kita luang, pikiran masih jernih dan tubuh masih segar.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Waktu utama adalah waktu sahur (menjelang subuh), sebab merupakan waktu istijabah (pengabulan doa) dan waktu turunnya rahmat”.
Dari Ismail bin Uwais, ia berkata : “Jika engaku ingin mengahapal sesuatu, maka tidurlah. Lalu bangunlah menjelang subuh, nyalakan lampu dan perhatikan tulisan niscaya engaku tidak melupakannya. Insya Allah”.
Sebaik-baik waktu adalah waktu sebelum subuh/saat zuhur), pertengahan siang, waktupetang sebelum Isya. Menghafal dimalam hari lebih baik dari pada menghapal di siang hari.
Imam Ibnu Jamaah rahimahullah berkata, “Janganlah elajar ketika lapar, haus, sedih, marah, mengantuk dan stress. Jangan pula belajar dalam kondisi dangat dingin dan terik yang sangat menyengat, sebab akan mengganggu”.
Ada 2 nikmat yang banyak orang melalaikannya : kesehatan dan kesempatan.Pepatah mengatakan :
“Ilmu tak akan pernah memberimu sebagiannya sampai engkau memberikan seluruh jiwamu, kepadaNya”.
A. Memanfaatkan Masa MudaBelajar diwaktu muda dengan pikiran yang sempurna dan otak yang segar membuat hapalan lebih mudah melekat dengan kuat.
B. Jangan Suka Menunda-NundaAl-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “jauhilah sikap suka menunda-nunda (taswif), sebab engkau hidup dihari ini bukan dihari esok. Jika esok masih ada, bersikaplah seperti hari ini”.
C. Waktu – Waktu Luang dan Pikiran Santai
Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk belajar karena pada waktu itu, kondisi kita luang, pikiran masih jernih dan tubuh masih segar.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Waktu utama adalah waktu sahur (menjelang subuh), sebab merupakan waktu istijabah (pengabulan doa) dan waktu turunnya rahmat”.
Dari Ismail bin Uwais, ia berkata : “Jika engaku ingin mengahapal sesuatu, maka tidurlah. Lalu bangunlah menjelang subuh, nyalakan lampu dan perhatikan tulisan niscaya engaku tidak melupakannya. Insya Allah”.
Sebaik-baik waktu adalah waktu sebelum subuh/saat zuhur), pertengahan siang, waktupetang sebelum Isya. Menghafal dimalam hari lebih baik dari pada menghapal di siang hari.
Imam Ibnu Jamaah rahimahullah berkata, “Janganlah elajar ketika lapar, haus, sedih, marah, mengantuk dan stress. Jangan pula belajar dalam kondisi dangat dingin dan terik yang sangat menyengat, sebab akan mengganggu”.
Jangan Lupa Berdo’a : “Ya Allah berkahilah umurku dan jadikanlah umur ku itu penuh kebahagian karena ketaatan kepada Mu, aamiin... “.
(11. KAJILAH ILMU BERULANG-ULANG)Dari Az-Zuhri berkata : “Yang bisa menghilngkan ilmu itu hanya lupa dan tidak mengulang (mudzakarah)”.Dari Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata : “Hati itu laksana tanah, ilmu adalah tanamannya dan mudzakarah adalah airnya, ketika siraman air terputus dari tanah, maka keringlah tanamannya”.
(12. SOPAN DAN MEMILIKI RASA MALU)
Al- Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
berkata, “ Orang yang berilmu dan ahli berfatwa, tidak ada sesuatu yang lebih
ia butuhkan dari sikap santun, tenang dan sopan”. Itulah kelambu bagi ilmuny dab perhiasannya.Apabila
ia kehilangan itu, maka ilmunya seperti badan yang telanjang tanpa busana.Sopan
dan punya rasa malu adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap pelajar, agar
berbeda dari teman-teman dan para tetangganya. Karena itu, seorang pelajar idak
boleh bersenda gurau bersama mereka, dan tidak mensibukkan diri dengan urusan
yg tidak penting, sebab hal itu akan menghilangkan kemuliaan dan kedudukannya.
“ Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang luhur dan mulia dan membenci perbuatan yang hina ”.
“ Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang luhur dan mulia dan membenci perbuatan yang hina ”.
Malik berkata, orang yang mencari
ilmu harus memiliki sifat sopan, takut kepada Allah dan menelusuri jejak
orang-orang sebelumnya.Banyak bercanda dan tertawa akan menurunkan wibawa dan
menghilangkan muni’ah (harga diri).
(13. BERSAHABAT DENGAN ORANG SOLEH)“ Seseorang tergantung kepada agama teman akrabnya, karena itu, hendaklah seseorang memperhatikan siapakah yang akan dijadiakan teman akrab ”.
(13. BERSAHABAT DENGAN ORANG SOLEH)“ Seseorang tergantung kepada agama teman akrabnya, karena itu, hendaklah seseorang memperhatikan siapakah yang akan dijadiakan teman akrab ”.
Sahabat merupakan penarik kalau ia salah maka ia akan menggandengmu kepada kebaikan, namun kalau tidak baik maka ia akan merusak agama dan duniamu, serta menyibukkanmu dengan urusan dunia, sehingga engkau terhalang dari belajar, berprestasi dan ilmu yang bermanfaat.
Ali bin Abu Thabib r.a, berkata : “janganlah bergaul dengan orang yang bodoh jauhkan dirimu darinya dan dia darimu”. Betapa pun banyak orang penyantun binasa karena bergaul dengan orang bodoh. Seseorang dinilai dari sahabatnya sebab seseorang sama dengan sahabatnya.
2.4. Hikmah Ilmu Menurut IslamManusia
dilahirkan dan datang ke dunia ini dalam keadaan polos, buta ilmu pengetahuan,
walaupun ia dibekali dengan kekuatan dan panca indera yang dapat menyiapkannya
untuk mengetahui dan belajar.
Allah swt. berfirman:“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl 78).
Di antara bimbingan yang telah Rasulullah Saw, berikan kepada umatnya adalah anjuran pentingnya menuntut ilmu Allah.Beberapa hikmah menuntut ilmu dalam Islam adalah:
1. Berada di jalan Allah swt.“Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang”. (HR Turmudzi)
2.Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya”. (HR Muslim)
3. Agar tidak terlaknat oleh Azab-Nya“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu”. (HR Turmudzi)
4. Ditinggikan derajatnya“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
5. Dimudahkan jalan menuju surga
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga”. (HR Muslim)
Allah swt. berfirman:“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl 78).
Di antara bimbingan yang telah Rasulullah Saw, berikan kepada umatnya adalah anjuran pentingnya menuntut ilmu Allah.Beberapa hikmah menuntut ilmu dalam Islam adalah:
1. Berada di jalan Allah swt.“Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang”. (HR Turmudzi)
2.Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus
“Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya”. (HR Muslim)
3. Agar tidak terlaknat oleh Azab-Nya“Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu”. (HR Turmudzi)
4. Ditinggikan derajatnya“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
5. Dimudahkan jalan menuju surga
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga”. (HR Muslim)
KESIMPULAN
Di dalam Al-Qur’an maupun hadist
nabi banyak yang menyebutkan keutamaan mencari ilmu dan orang orang yang
berilmu. Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai dan memuliakan orang-orang
yang mencari ilmu dan berilmu. Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama belajar,
belajar untuk kehidupan kita di dunia dan di akherat, tidak lupa disertai
dengan tawakal, usaha, kerja keras dan berdoa kepada-Nya.
PENUTUP
Demikian makalah ini kami susun
dengan usaha yang maksimal dari tim kami, kami mengharapkan yang terbaik bagi
kami dalam penyusunan makalah ini maupun bagi para pembaca semoga dapat
mengambil manfaat dengan bertambahnya wawasan dan pengetahuan baru setelah
membaca tulisan yang ada pada makalah ini. Namun demikian, sebagai manusia
biasa kami menyadari keterbatasan kami dalam segala hal termasuk dalam
penyusunan makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik atau saran yang
membangun demi terciptanya penyusunan makalah yang lebih sempurna di masa yang
akan datang. Atas segala perhatiannya kami haturkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Hanafi. (1970).
Pengantar dan Sejarah Hukum Islam.
Jakarta: Bulan Bintang,
Cet. I.
Bahreisj Husein,Hadist shahih(Jakarta:”KARYA
UTAMA”,2000).
Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan
Islam (Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 1992).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar